Langsung ke konten utama

Mari Bertatap Muka

Siapa yang tak punya media sosial? Rasa rasanya setiap hari kita menggunakan media sosial untuk berkomunikasi.

WhatsApp, Twitter, Facebook, Instagram bisa disebut media untuk bersosialisasi, namun media tersebut sangat berpotensial untuk menyebabkan kesalahpahaman atau miscommunicaton. Kenapa?

Karena berkomunikasi tidak hanya melibatkan unsur verbal, namun hal hal non verbal seperti gesture,  tatapan mata, intonasi suara, ekspresi wajah dsb juga mesti terlibat.

Komunikasi tatap muka saja masih bisa terjadi kesalahpahaman, apalagi komunikasi via media sosial yang tidak melibatkan unsur non verbal. 

Bijak bermedia sosial bukan hanya tentang tidak menyebar berita hoax, namun bijak bermedia sosial adalah tentang bagaimana cara memahami secara utuh hal yang dikomunikasikan.

Ayo Tabayyun! Ayo tatap muka :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senyum Tanpa Beban Pada Guru SD

"Sekolah Dasar" sesuai namanya, ilmu-ilmu paling mendasar diajarkan disana. Mulai dari ilmu dasar membaca, berhitung, berperilaku dan sebagainya. Mengajar SD bagaikan menulis di atas kertas polos yang bahannya berbeda-beda. Tidak ada yang namanya murid nakal, yang ada hanya murid terlalu aktif. Saya menaruh hormat yang sangat tinggi kepada para guru yang selalu sabar dalam mengajar mereka (golongan murid terlalu aktif). Hanya orang-orang spesial yang bisa mengajar dengan selalu tersenyum secara lahir dan batin. Saya masih terus belajar dan mencari tahu bagaimana cara para guru-guru saya dulu sewaktu SD bisa sabar dan tersenyum mengajar kelas saya yang "luar biasa". Bagaikan tak memiliki beban masuk di kelas kami yang "luar biasa".

Sembunyikan Skill Dari Teman ?

Di era bapak Nadiem Makarim saat ini, orang yang memiliki skill lebih dicari dibandingkan orang yang memiliki angka tinggi dalam ijazah. Menguasai sebuah skill, tentu saja membutuhkan tenaga, pikiran, waktu, dan juga modal duit untuk belajar. Hal ini lah yang kurang diapresiasi oleh sebagian besar (tidak semua)  warga +62 .  Belajar sebuah skill butuh waktu dan daya pikir, mengerjakan proyek butuh waktu dan daya pikir. Tidak kah warganet sedikit merenung, berapa detik, menit, jam, hari, yang terlewatkan untuk mempelajari sebuah skill tertentu. Pemilik skill memang bisa mengerjakan proyek yang diberikan selama 1-2 jam (terlihat mudah), hal tersebut dikarenakan mereka telah belajar dan memiliki pengalaman berjam-jam / berhari-hari untuk mengerjakan proyek secepat itu. Ayo jadi pribadi yang suka mengapresiasi, sekalipun hal kecil. 👍🏻

Bahagia Diremeh Temehkan

Sebenarnya bahagia itu sederhana, setiap orang memiliki arti kebahagiaan yang beragam.  Berjuang lah bukan untuk siapa atau karena apa. Tapi berjuang lah atas nama kebahagiaan walau selalu diremehkan . Jadi bahagia mu apa?