Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Mari Bertatap Muka

Siapa yang tak punya media sosial? Rasa rasanya setiap hari kita menggunakan media sosial untuk berkomunikasi. WhatsApp, Twitter, Facebook, Instagram bisa disebut media untuk bersosialisasi, namun media tersebut sangat berpotensial untuk menyebabkan kesalahpahaman atau miscommunicaton. Kenapa? Karena berkomunikasi tidak hanya melibatkan unsur verbal, namun hal hal non verbal seperti gesture,  tatapan mata, intonasi suara, ekspresi wajah dsb juga mesti terlibat. Komunikasi tatap muka saja masih bisa terjadi kesalahpahaman, apalagi komunikasi via media sosial yang tidak melibatkan unsur non verbal.  Bijak bermedia sosial bukan hanya tentang tidak menyebar berita hoax, namun bijak bermedia sosial adalah tentang bagaimana cara memahami secara utuh hal yang dikomunikasikan. Ayo Tabayyun! Ayo t atap muka :D

Berhenti Menipu Diri

Ucapan tak sejalan dengan perilaku. Do'a tak sejalan dengan usaha. Rasa khawatir dan tidak nyaman pada diri sendiri selalu melintas di dalam hati. Hindari menipu diri, karena kejujuran bukan hanya untuk orang lain, tapi lebih untuk diri sendiri. Lakukan yang harus dilakukan, berhenti menunda-nunda. Ayo apresiasi diri sendiri, berhenti menipu diri.