"Sekolah Dasar" sesuai namanya, ilmu-ilmu paling mendasar diajarkan disana. Mulai dari ilmu dasar membaca, berhitung, berperilaku dan sebagainya. Mengajar SD bagaikan menulis di atas kertas polos yang bahannya berbeda-beda. Tidak ada yang namanya murid nakal, yang ada hanya murid terlalu aktif. Saya menaruh hormat yang sangat tinggi kepada para guru yang selalu sabar dalam mengajar mereka (golongan murid terlalu aktif). Hanya orang-orang spesial yang bisa mengajar dengan selalu tersenyum secara lahir dan batin. Saya masih terus belajar dan mencari tahu bagaimana cara para guru-guru saya dulu sewaktu SD bisa sabar dan tersenyum mengajar kelas saya yang "luar biasa". Bagaikan tak memiliki beban masuk di kelas kami yang "luar biasa".