Langsung ke konten utama

Postingan

Featured post

The Best Planner

Setiap kita pasti ingin menata hidup yang baik. Membuat rencana, berharap semuanya tercapai. Namun, di setiap rencana akan selalu ada kerikil-kerikil ujiannya. “Semakin besar ujian, semakin besar hikmahnya, dan semakin tinggi iman, semakin berat ujiannya” salah satu alasan saya menulis ini, setelah membaca tweet yang saya buat 25 April 2021, hehe. Kita hanya merencanakan yang menurut kita baik. Tapi “Dia”, memberikan semua yang terbaik untuk kita. وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ "...boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal hal tersebut buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Al Baqarah: 216) Semoga inilah hikmahnya, inilah rencana terbaiknya. Dan sesuai judul He is indeed “The Best Planner”. Alhamdulillah.
Postingan terbaru

Bahagia Diremeh Temehkan

Sebenarnya bahagia itu sederhana, setiap orang memiliki arti kebahagiaan yang beragam.  Berjuang lah bukan untuk siapa atau karena apa. Tapi berjuang lah atas nama kebahagiaan walau selalu diremehkan . Jadi bahagia mu apa?

Mari Bertatap Muka

Siapa yang tak punya media sosial? Rasa rasanya setiap hari kita menggunakan media sosial untuk berkomunikasi. WhatsApp, Twitter, Facebook, Instagram bisa disebut media untuk bersosialisasi, namun media tersebut sangat berpotensial untuk menyebabkan kesalahpahaman atau miscommunicaton. Kenapa? Karena berkomunikasi tidak hanya melibatkan unsur verbal, namun hal hal non verbal seperti gesture,  tatapan mata, intonasi suara, ekspresi wajah dsb juga mesti terlibat. Komunikasi tatap muka saja masih bisa terjadi kesalahpahaman, apalagi komunikasi via media sosial yang tidak melibatkan unsur non verbal.  Bijak bermedia sosial bukan hanya tentang tidak menyebar berita hoax, namun bijak bermedia sosial adalah tentang bagaimana cara memahami secara utuh hal yang dikomunikasikan. Ayo Tabayyun! Ayo t atap muka :D

Berhenti Menipu Diri

Ucapan tak sejalan dengan perilaku. Do'a tak sejalan dengan usaha. Rasa khawatir dan tidak nyaman pada diri sendiri selalu melintas di dalam hati. Hindari menipu diri, karena kejujuran bukan hanya untuk orang lain, tapi lebih untuk diri sendiri. Lakukan yang harus dilakukan, berhenti menunda-nunda. Ayo apresiasi diri sendiri, berhenti menipu diri. 

Senyum Tanpa Beban Pada Guru SD

"Sekolah Dasar" sesuai namanya, ilmu-ilmu paling mendasar diajarkan disana. Mulai dari ilmu dasar membaca, berhitung, berperilaku dan sebagainya. Mengajar SD bagaikan menulis di atas kertas polos yang bahannya berbeda-beda. Tidak ada yang namanya murid nakal, yang ada hanya murid terlalu aktif. Saya menaruh hormat yang sangat tinggi kepada para guru yang selalu sabar dalam mengajar mereka (golongan murid terlalu aktif). Hanya orang-orang spesial yang bisa mengajar dengan selalu tersenyum secara lahir dan batin. Saya masih terus belajar dan mencari tahu bagaimana cara para guru-guru saya dulu sewaktu SD bisa sabar dan tersenyum mengajar kelas saya yang "luar biasa". Bagaikan tak memiliki beban masuk di kelas kami yang "luar biasa".

Sembunyikan Skill Dari Teman ?

Di era bapak Nadiem Makarim saat ini, orang yang memiliki skill lebih dicari dibandingkan orang yang memiliki angka tinggi dalam ijazah. Menguasai sebuah skill, tentu saja membutuhkan tenaga, pikiran, waktu, dan juga modal duit untuk belajar. Hal ini lah yang kurang diapresiasi oleh sebagian besar (tidak semua)  warga +62 .  Belajar sebuah skill butuh waktu dan daya pikir, mengerjakan proyek butuh waktu dan daya pikir. Tidak kah warganet sedikit merenung, berapa detik, menit, jam, hari, yang terlewatkan untuk mempelajari sebuah skill tertentu. Pemilik skill memang bisa mengerjakan proyek yang diberikan selama 1-2 jam (terlihat mudah), hal tersebut dikarenakan mereka telah belajar dan memiliki pengalaman berjam-jam / berhari-hari untuk mengerjakan proyek secepat itu. Ayo jadi pribadi yang suka mengapresiasi, sekalipun hal kecil. 👍🏻

KULIAH, TUGAS, DEADLINE, REPEAT

Tugas, tugas, tugas. Deadline, deadline, deadline. Ah, dua kata yang membuyarkan perasaan bahagia. Makan ingat deadline, mandi ingat deadline, jalan ingat deadline. Senang berkenalan dengan "deadline". Nice to meet youu